ALTERNATIVE SPACE DENGAN SEGUDANG KEGIATAN

Rumah Kanal merupakan Alternative Space untuk menjadi wadah berkesenian. Rumah Kanal dibuka pada tanggal 10 April 2019, dengan acara Efek Rumah Kanal, berisikan diskusi atau sharing session dengan Joel dari Astral Studio tentang kompilasi album RUU Permusikan dan penampilan dari beberapa musisi Pekanbaru.

Selanjutnya ada panggung panas showcase pada 14 April 2019, sebagai acara peresmian Rumah Kanal. Berbagai macam acara memeriahkan kegiatan peresmian Rumah Kanal ini, berisikan penampilan band dari musisi Pekanbaru, mural, pameran foto, penayangan film pendek, lapak, masak-memasak, hingga cukur rambut pun ikut memeriahkan peresmian Rumah Kanal.

Bukan hanya kegiatan musik, di Rumah Kanal mengadakan “Arisan Buku” tanggal 28 April 2019. Setiap orang cukup membawa satu buku, untuk nantinya bisa bertukar buku dengan pembawa buku lain. Adanya kegiatan ini dikarenakan minimnya minat baca di Indonesia, sehingga minat baca minimal di Pekanbaru menjadi bertambah.

Kemudian ada workshop yang digagas oleh Kongsi Film Pekanbaru tentang produksi film yang berlangsung selama tiga hari di Rumah Kanal, pada tanggal 26-28 April 2019. Kegiatan yang dimulai dari pukul 09.00 WIB-18.00 WIB ini merupakan kegiatan tanpa biaya untuk mengikutinya alias gratis, namun harus mendaftar terlebih dahulu, cukup dengan mengisi formulir online yang tertera di pamflet di Instagram Kongsi Film maupun Rumah Kanal.

Bertepatan pada hari buruh tanggal 1 Mei 2019, dan peresmian pembukaan Loka Brew, kembali hadir Efek Rumah Kanal yang juga kembali menghadirkan beberapa musisi Pekanbaru, dan disertai diskusi tentang hari buruh bersama Tengku Zahir dan Klandestiko.

Bulan Puasa bukan menjadikan Rumah Kanal tidak berkegiatan, Higa Higu vol.2 salah satunya, acara yang berisikan foto hunting, foto review, serta buka bersama pada tanggal 20 Mei 2019. Peserta kegiaran diharuskan membawa/membeli makanan dan minuman untuk berbuka, agar berjalan secara kolektif.

Acara mural pun berjalan pada bulan puasa bertepatan pada tanggal 25 Mei 2019 serta buka bersama yang di lakukan secara kolektif juga.

Sehari setelah kegiatan mural, Jendela Kayu hadir sebagai bintang tamu “Binal” atau bincang di kanal, pada 26 Mei 2019. Binal sendiri merupakan sharing session atau diskusi bersama bintang tamu.

Perilisan video musik dari Mock pada 4 Juni 2019, sekaligus “Binal” bersama Mock yang didahului dengan berbuka bersama serta barbeque nite, sebelum perilisan video dan binal.

Setelah perilisan video musik, Mock juga mengeluarkan mini album. Perayaan rilisan mini album dari Mock ini juga di meriahkan oleh beberapa band dari Pekanbaru yang dilaksanakan pada tanggal 14 Juni 2019.

Avikom goes to Pekanbaru hadir di Rumah Kanal bertepatan tanggal 15 Juni 2019. Avikom sendiri merupakan Audio Visual Komunikasi yang berasal dari UPN “Veteran” Yogyakarta, melakukan screening film dan diskusi bersama mengenai film yang mereka ciptakan.

Mengupas tentang seorang musisi yang beberapa tahun belakang sudah menetap di Ibukota, Binal kali ini dibintangi oleh Medja Kosong, pada tanggal 16 Juni 2019. Musik blues yang dihidangkan oleh medja kosong dinikmati oleh para pendatang di acara Binal ini.

Pemutaran film dan diskusi film kembali hadir di Rumah kanal, ada dua film yang berjudul “Amak” dan “Jendela” dilaksanakan pada tanggal 24 Juni 2019. Karya dari Ella Angel dari Relarugi Foundation dan Randi Pratama dari ISI Jogja ini dapat dinikmati dan didiskusikan secara cuma-cuma dan terbuka untuk umum.

Acara ngamar session yang kali ini dilaksanakan secara off air pada 28 Juni 2019. Setelah melakukan vote dan kurasi yang cukup panjang, maka terpilihlah 17nowheretogo dan Zuhrian untuk bercerita dan bergembira bersama di Rumah Kanal.

Untuk kesekian kalinya efek rumah kanal kembali diadakan, kali ini Soundgunner, Nothing was the same, dan Zuhryan yang menampilkan aksi mereka pada 30 Juni 2019.

Bukan hanya musik, film, dan mural yang ada di Rumah Kanal, pada tanggal 6 Juli 2019, Doodle Art Pekanbaru melaksanakan sharing session mengenai mandala art bersama rahayu sri. Dan seperti biasa, kegiatan di Rumah Kanal dibuka untuk umum.

Garagecoustic yang biasanya bisa ditonton di channel youtube Ugly Belly Production, kini dilaksanakan secara off air di Rumah Kanal pada 14 Juli 2019, tidak dengan satu bintang tamu, namun banyak, dan ada kegiatan lainnya. Menampilkan sudut pelangi, wawa bingal dan terbit. Tidak hanya itu, kokang lensa pun hadir sebagai pameran foto serta ada kolektif pameran visual oleh tebar seni, DAP, DAB, dan masih banyak lagi.

Efek Rumah Kanal kembali hadir pada 23 Juli 2019. Seperti biasa menghadirkan beberapa musisi dari Pekanbaru, namun kali ini kedatangan tamu asal Jambi, bernama Fulanfehan. Serta ada pameran seni rupa oleh Farid Stevy dari FSTVLS, dan lapak jual beli dari Trashdog, Kvltees, dan masih banyak lagi.

Selanjutnya kick off pertama oleh Petrus sebelum melaksanakan tur api ambisi ke 2 negara tetangga, yakni Singapura dan Malaysia. Agenda Petrus ini dilaksanakan pada tanggal 21 Agustus 2019, yang didahului oleh Wicked Sick, sebelum Petrus melangsungkan aksinya.

Pura-Pura Rupa acara yang menampilkan beberapa musisi Pekanbaru, live mural dan body painting, serta lapak makanan pada 22 Agustus 2019.

Selanjutnya ada Pameran Fotografi dari Kokang Lensa ekshibisi Vol.1 yang bertajuk Tentang Resah dengan total 13 orang pameris, pameran dibuka pada tanggal 11 September 2019-15 September 2019 dari pukul 15.00 WIB-21.00 WIB. Pada tanggal 13 September 2019 dilaksanakan diskusi bersama Nur Rohim Laras Setia pukul 16.00 WIB.

Penulis: Razhaq Pahlevi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here